Feeds:
Pos
Komentar

Archive for Juni, 2008

Judul : MALA : Tetralogi Dangdut 2
Penulis : Putu Wijaya
Penerbit : Penerbit Buku Kompas
Tahun terbit : april 2008
Editor : Kenedi Nurhan
Tebal : viii+336
Dimensi : 14x21cm
ISBN : 978-979-709-360-0
Harga : Rp.54.000
RESENSI :
MALA akhirnya bersedia mengakui bahwa dia adalah pelaku mutilasi pada korban yang diakui sebagai Midori, bintang film panas sekaligus sahabatnya itu. Sahabat yang telah menyeretnya pada sebuah konspirasi politik yang tidak dikehendakinya.
Pengakuan itu dilakukan MALA dengan jaminan bahwa NORA,istri yang kekasihnya tidak akan dibunuh. Cintanya pada NORA yang lugu dan sederhana itu ternyata mampu membuatnya bersedia mengorbankan hal-hal terpenting dalam hidupnya.

Selama MALA berada dalam penjara, kantor media tempatnya bekerja telah mengalami perubahan besar. Gedungnya sudah tak lagi tua dan kumuh. Berubah menjadi gedung menjulang tinggi. Adam, yang mengaku sebagai sahabatnya, yang juga sekaligus menyeretnya masuk penjara, menjadi salah satu jajaran pimpinan bersama Budi, wartawan yang dulu menulis tentang Midori dan menyudutkannya. Saras, wartawan yang dulu sering bertengkar dengan Budi, atas nama cinta akhirnya menyerah pada pelukan Budi dan menjadi istrinya, mereka dianugrahi dua orang anak. Saras,Budi, yang dulu begitu idealis itu telah berubah menjadi manusia yang silau pada kemewahan dan kemapanan. Adam menguasai mereka dengan materi hingga mereka kehilangan nalar kritisnya. Semua menjadi nisbi.
“Dan kita mau saja dikuasai karena kita tergantung…hidup enak ini telah membuat kita menjadi lemah dan lembek”(48)
Kantor kecil itu ternyata penuh konspirasi besar, sarat akan kekuasaan. Adam begitu licin dan licik memainkan peran. Skenario disusun dan dimainkannya dengan indah, halus dan lembut. MALA sengaja disingkirkan karena dianggap menggalang gerakan makar di kantor dengan mempekerjakan orang-orang yang ‘tidak bersih lingkungan’.
“Waktu itu kita dihadapkan kepada dua pilihan. Membela satu orang yang tidak bersalah, tapi menghancurkan hidup ratusan orang yang bergantung pada perusahaan. Atau manunda,sambil mencari waktu yang tepat untuk mengembalikan kebenaran pada kebenaran dan keadilan pada keadilan. Sebab kalau waktunya tidak tepat, kebenaran dan keailan hanya akan menjadi teori indah yang tak berguna. “ (45)
Pimpinannya bertekuk lutut pada seseorang yang ditelepon selalu berkata “dari pada demikien…. Bla bla bla Diusahaken bla bla bla…” Adam menurut karena punya ambisi ingin jadi presiden. Untuk itu dia harus dicalonkan partai. Partai mau menerima asal Adam menguntungkan partai. Untuk mewujudkan itu, medianya harus ‘bersih’.

Sementara MALA semakin dilupakan setelah bertahun-tahun kasusnya berlalu. Media tak lagi menganggapnya sebagai sesuatu yang ‘penting’. Tak ada lagi yang terlalu peduli tentang kebenaran bahwa MALA benar membunuh atau tidak. Tak ada lagi yang ingin tahu siapa sebenarnya pembunuh Midori, atau benarkah itu mayat Midori. Berita tentang kebebasannya pun hanya mengisi kolom kecil disudut Koran, kalah dengan head line berita KAKEK MEMPERKOSA CUCUNYA KETIKA LAGI SHALAT. Kebenaran bisa menjadi begitu salah dan begitu benar ditangan pers. Pers mempunya kuasa yang begitu besar untuk menentukan sebuah kebenaran. Pers mempunyai control utama pada apa yang akan diperhatikan orang dan apa yang akan diabaikan. Dan Adam memainkannya dengan mulus. “Apakah artinya kebenaran kalau bertahun tahun menghilang. Apakah ini akan kembali benar dalam kehidupan sekarang yang sudah sangat berbeda. …” (31) “Sebuah berita kecil lewat dan tidak ada orang yang peduli. Padahal dalam berita itu ada lorong untuk membaca kebenaran. “(39)

MALA tak lagi mempedulikan apakah dia masih penting atau tidak bagi teman-teman dan orang lain. Yang penting baginya setelah bebas adalah menemukan kembali NORA dan mencintainya, memberinya belaian, kecupan, percintaan yang selama ini hanya ada dalam hayalnya. Dia akhirnya sadar bahwa NORA adalah sebagian dari hatinya.
“ Hanya kamulah yang masih kumiliki sekarang, karena semua orang tak ada di tempatnya ketika aku memerlukan . Hanya kamulah yang masih terus menjadi titik yang tak bergerak, tempatku memandang. Hanya kamulah rumahku, tempat aku rindu dan kembali, meskipun kamu mungkin tak setuju. Aku mencintaimu,NORA,”
Sayang NORA tak pernah tau isi surat itu, dia hanya bisa membaca namanya disurat itu, dan itu saja cukup untuk membuatnya berbunga-bunga. Hal sepele yang tak perlu repot untuk membuatnya bahagia. Menemukan namanya ditulis MALA dalam suratnya, tak peduli apa isinya. NORA pun mencintai MALA,menunggunya bebas, menanti percintaan dengannya, dan terus menunggu MALA bergerak mendekatinya. Tapi yang didapatinya adalah MALA pergi dengan meninggalkan sebuah buku catatan. Buku yang berisi tumpahan kecintaan, kerinduan, dan kekecewaannya pada NORA.

MALA merasa hidupnya tercabik dan terlempar begitu jauh. Dia merasa pengorbanannya sia-sia. Dia pertaruhkan hidupnya, karirnya, masa depannya untuk mengakui perbuatan yang tak pernah dilakukannya, hanya demi kecintaannya pada NORA. Tapi yang didapatinya adalah pengkhianatan(menurut anggapan MALA). NORA menikah dan bercinta dengan orang lain, sementara dia menahan seluruh hasratnya dan berharap NORA hanya akan menjadi miliknya satu-satunya seutuhnya.

NORA tak mengerti mengapa MALA pergi, dia merasa tidak melakukan apa-apa. Dia hanya bergerak sebagaimana tubuhnya mengalir. Dia bicara dengan bahasanya, bukan bahasa MALA. Dia masih menunggu dengan setia, membeiarkan dirinya tetap perawan, dan berharap MALA akan kembali. Tapi MALA tak pernah kembali. Selamanya.

Iklan

Read Full Post »

Judul : TUHAN IJINKAN AKU MENJADI PELACUR (TIAMP) : Memoar Luka Seorang Muslimahmuhyiddin

Penulis : MUHYIDDIN M DAHLAN

Penerbit :

Harga :

Halaman :

ISBN :

RESENSI

Buku ini pertamakali kubaca sekitar tahun 2003- 2004. Saat itu masih susah untuk dapet buku ini, soalnya sempat mau dibakar segala setelah muncul kontroversi. Aku dapat dari nitip seorang kawan yang jalan-jalan ke Jogja. Itupun dia dapetnya mesti muter seluruh toko buku dan cuma dapet satu, yang tinggal satu-satunya. Harganya 28.000. Aku tahu buku itu dari seorang teman.

Pertamakali membaca buku ini, aku merasa ditelanjangi. Semua kalimat yang ditulis seperti menterjemahkan apa yang aku alami. PERSIS…!!! Pemberontakannya pada Tuhan, Ketidak percayaannya pada Cinta, Perkawinan, dan Laku-laki. Semua sedang kualami. Aku dalam kondisi depresi dan kecewa yang berat. Hanya saja aku belum menentukan pilihan akan kemana membawa alur perahu kehidupanku, Tokoh di buku ini sudah, Dia memilih menjadi pelacur sebagai bentuk pemberontakan dan sekaligus aktualisasi atas kekecewaanya.

Nidah Kirani, dalam kegamangan hatinya menemukan komunitas islam kanan yang mendekatkannya pada konsep-konsep ketuhanan dengan sandaran hati. Nidahpun tersentuh, terpesona dan jatuh hati pada kesantunan dan kelembutannya. Maka totalitaspun diberikannya. Namun yang diterimanya kemudian, bukan kepuasan melainkan kekecewaan. Kesadarannya memberontak ketika banyak hal yang ditemuinya saling bertentangan. Banyak kemunafikan, manusia-manusia bertopeng di sekitarnya. dia pun mulai mempertanyakan eksistensi Tuhannya.

Dalam kekecewaannya, Nidah berkelana. Dari satu organ ke organ lain. Mengeksplorasi habis-habisan kecerdasannya. Mengungkapkan semua ide dan hasrat ingin tahunya.  Bertemu satu laki-laki ke laki-laki lainnya. Dan pertahanan diri yang lemah mendorongnya untuk memenuhi hasrat nafsu manusiawinya, BERCINTA,BERSETUBUH dengan dalih pemberontakan. (Padahal sebeneranya hanya cara lain untuk melampiaskan kejenuhan, kekesalan,kekecewaan, dan kebuntuan hati)

Laki-laki yang ditemuinya, yang menidurinya, adalah figur-figur yang dalam penampakannya menampilkan sisi-sisi idealis, sisi sisi religius,sisi-sisi yang ‘BAIK’. Hal ini yang menjungkir balikkan  lagi keyakinan dan kepercayaannya. Yang tampang ustadz, menidurinya, yang seniman menidurinya, yang aktivis menidurnya. Dalam suasana hati yang luluh lantah, kepercayaannya pada laki-laki, perkawinan,dan cinta pun menjadi Nihil.

Dan dengan perasaan nista, putus asa, marah, kecewa, dia berusaha untuk bangkit dan tak mau kalah. Maka dicarinya pembenaran-pembenaran yang dapat menguatkan hatinya. Hingga dia pun dapat berdiri tegak, mengangkat dagu, dan menantang dunia, tuhan, dan realitas. Di perantarai seorang dosen pembimbing skripsinya , Nidah menasbihkan diri untuk melacurkan diri. Sebagai bentuk pemberontakannya pada Tuhan terkasihnya

COMMENT/KOMENTAR

Jika membaca buku ini dalam kondisi kosong, depresi, anda akan hanyut dan terbawa dalam kemurungan berkelanjutan. Jika membaca buku ini dalam kondisi berbunga-bunga atau gembira, anda akan lekas bosan. Jika membaca buku ini ketika sedang serius dan minat untuk berdiskusi, anda akan menemukan pencerahan dan bahan diskusi menarik. Baca saja ketika sedang tenang. Saya membeli buku cetakan terbaru, membacanya lagi, dan efeknya biasa saja.

Read Full Post »

Pertama kali mendengarnya,

Terdengar aneh di kuping.

Dua kali mendengarnya,

Masih sambil selintas lalu

Tiga kali mendengarnya,

Mulai terkesan liriknya.

Empat kali mendengarnya,

Mulai bisa berdendang.

Lima kali mendengarnya,

Mulai hafal liriknya.

Enam kali mendengarnya,

Penasaran ingin dengar lagi.

Tujuh kali mendengarnya,

Ingin dengar lagi

Delapan kali,

Serasa jatuh hati pada lirik, pada nada dan suaranya.

Begitu jujur…. dan tak biasa….

“Ketika aku bisikkan sayang, ditelingamu

Kau tersipu lalu sunggingkan senyuman

Cinta hari ini

Kita lukiskan di kanfas hatiMukti

COMMENT : Cocok buat kalian yang sedang kasmaran, dan suka hal-hal yang tak biasa

Read Full Post »

Judul : Berbagi Suami/ Love To Share

Sutradara : Nia Dinata

Produksi : 2006

Genre  : Drama

Durasi : 90 Menit

Produksi : Kalyana Shira film

Pemain : Jajang C Noer, El manik, Winky Wiryawan,  Nungky Kusumastuti, Ria Irawan, Rieke Diah pitaloka, Shanty, Dominique, Tio Pakusadewa, Ira Maya Sopha

Cameo: Aming, Maudy Kusnaedi, Alvin Adam, Erwin Parengkuan dan Lula Kamal.

RESENSI

Film yang menyuguhkan realitas poligami secara lebih manusiawi dan realistis.

Disajikan dalam tiga keping cerita perempuan yang hidup dalam kondisi berbagi suami dengan perempuan lain.

Adalah Salma (Jajang C Noer) yang menjadi istri seorang politikus (El Manik). Usianya yang sudah hampir 5otahun, profesinya sebagai dokter kandungan, anaknya semata wayang (Winky wiryawan), membuatnya begitu legowo dan nerimo ketika suaminya mempunyai istri baru, bukan satu tapi tiga…! salah satunya bahkan baru diketahuinya ketika suaminya sudah berkalang tanah. Salma dengan hatinya yang luas membuka pintu rumahnya untuk istri-istri mudanya. Terus setia,sabar, mengerti  dan hangat hingga dapat merebut kembali hati suaminya.

Adalah  Siti(Shanty), gadis Jawa yang dibawa ke Jakarta oleh Pamannya (Lukman Sardi) yang beristri dua. Mereka hidup serumah dengan akur meski dalam kondisi yang serba kurang dan seadanya. Tapi keluasan hati mereka untuk saling menerima satu dengan yang lain membuat rumah sempit itu menjadi lapang terasa. Siti akhirnya dikawini oleh pamannya sebagai istri ketiga. Tapi dalam perjalannya, Siti ternyata justru jatuh cinta pada Dwi, istri kedua Pamannya (Rieke Diah Pitaloka). Merekapun terlibat cinta sejenis yang akhirnya mendorong mereka untuk berani kabur dari rumah dengan membawa dua orang anak dari istri pertama.

Adalah Ming (Dominique) Gadis Tionghoa yang menjadi pelayan Di warung Koh Agun. Kehadirannya membawa kemajuan pesat bagi warung Koh Agun. Tapi juga menghadirkan cinta diantara mereka. Ming akhirnya mau dijadikan perempuan simpanan dengan segala kemewahan fasilitas. Hidup Ming mendadak berubah.  Pacarnya yang sutradara pun di abaikannya.Namun Ming tak bisa berlama-lama menikmati gelimang kemewahan itu, rahasianya diketahui istri Koh Agun. Ming ditinggalkan Koh agun untuk menjadi Warga Negara Amerika . Segepok uang ditinggalkan untuknya.

KOMENTAR/COMMENTS

Film yang wajib tonton buat mereka yang suka film bermutu. Di film ini tergambar jelas betapa poligami membawa banyak kerugian bagi perempuan, betapapun perempuan itu dapat menerimanya. Penyakit kelamin yang dialami Sri (istri pertama Pak Lik) adalah akibat paling buruk yang harus ditanggung. Penyakit kelamin itu bukan hanya akan mengerogoti kekebalan tubuh tapi juga berakibat buruk/cacat pada anak janin (ini tidak tergambar pada film ini, namun faktual). Orang-orang yang agamis yang mengatakan poligami itu fitrah hingga tak akan mendatangkan penyakit(seorang peserta pelatihan gender yang saya pandu pernah mengatakan ini), layak berpikir ulang.

PESAN : Ijinkan Suami berpoligami, tapi jangan mau lagi bersetubuh dengannya, jika kau masih ingin sehat wahai perempuan. Lihat film ini sebagai referensi. Berbagi Suami

Read Full Post »

Nora: Putu Wijaya

Tetralogi Dangdut Part 1Judul      : Nora

Penulis   : Putu Wijaya

Harga     : Rp.49.000

Penerbit : Gramedia Pustaka

ISBN 978-979-709-336-5

RESENSI/REVIEWS

Buku ini adalah bagian pertama dari Tetralogi Dangdut. Menceritakan tentang seorang gadis bernama NORA yang lugu dan sederhana. Keluguannya ini memang terkadang terkesan tidak masuk akal. Tetapi justru dari keluguannya ini lahir sebuah kesederhanaan yang menyentil sisi-sisi humanis kita. Kesederhanaan yang sudah banyak dilupakan karena manusia begitu sibuk berpacu dengan mesin waktu dan berlomba dengan gengsi.

Mala, adalah sosok lelaki yang idealis, cerdas, modern, dan di gadang-gadang untuk menjadi generasi pemimpin bangsa. Jaringannya seluas pengetahuannya. Ketegasannya sekeras pendiriannya. Karirnya setinggi cita-citanya. Tapi semua itu menjadi habis  tak berarti ketika dia di hadapkan pada sosokNORA. Perempuan yang sangat  dipujanya di dasar hati tapi selalu di ingkarinya dalam realitas. Kesederhanaan Nora membuatnya malu untuk mengakui perasaannya itu, apa lagi menunjukkannya pada publik. Sementara NORA dengan keluguannya selalu mencari perhatian agar Mala mau mengerti suara hatinya yang haus belaian.

Namun keangkuhan diri masing-masing membuat hati mereka terpental dan memilih untuk saling mengabaikan. Ketika kesunyian menyergap relung hati, diantara hiruk pikuk kejamnya intrik kehidupan, barulah kesederhanaan cinta itu disadari dan dicari. Bahwa mereka sebenarnya saling menginginkan.

Terlambat…. nasib menentukan garis berbeda. Keinginan itu harus tertunda karena Mala terjebak dalam intrik dan konspirasi kekuasaan yang membuatnya dikejar aparat kepolisian, dituduh melakukan mutilasi pada seorang model, dan di pecat dari kantor persnya.

KOMENTAR/COMMENT

NOVEL YANG LENGKAP: Kental dengan kritik sosial, menjungkir balikkan emosi,  satir, dan penuh kalimat yang menggugah kesadaran. Salah satunya ini : ” Bukan kemerdekaan, tapi tanggung jawablah sebenarnya yang nikmat dan membahagiakan.” (hal.122)

Read Full Post »